Sports

Kesiapan Manchester United Lepas Sergio Romero Dengan Harga Miring

Vinotecafirenze.com – Raksasa Premier League Manchester United dikabarkan begitu ngebet melepas Sergio Romero sampai-sampai mereka bersedia memangkas harga jualnya menjadi Rp47 miliar saja.

Romero selama ini telah menjadi kiper yang setia bagi Manchester United. Ia membela Setan Merah sejak tahun 2015 silam.

Sergio Romero

Kiper asal Argentina itu pun tak tampil mengecewakan ketika dipercaya tampil sebagai pemain inti. Terutama saat David De Gea mengalami penurunan performa.

Akan tetapi pada musim ini posisinya di MU terjepit. Sebab Setan Merah mendatangkan kiper anyar yakni Dean Henderson.

Manchester United Diskon Harga Romero

Sergio Romero pun terdesak jauh dari tim utama Manchester United. Sbeab sejauh ini Ole Gunnar Solskjaer masih mempercayai David De Gea sebagai kiper nomor satunya.

Lalu deputinya tentu saja adalah Dean Henderson. Posisi kiper ketiga ditempati oleh Lee Grant.

Romero pun tak senang dengan situasinya di Old Trafford. Ia berharap bisa segera cabut dari skuat Setan Merah sesegera mungkin.

Akan tetapi MU kesulitan mencari pembelinya. Apalagi dengan harga sekitar lima juta pounds.

Karena terus tak menemukan pembeli, Manchester United pun mengambil langkah drastis. Mereka memangkas harga jual Romero.

Kabar ini dilansir oleh The Mirror. Laporan media Inggris itu mengklaim MU memberikan diskon hingga 50 persen.

Artinya MU akan melepasnya dengan harga sekitar 2.5 juta pounds atau sekitar Rp47 miliar saja. Keputusan ini sendiri tak lepas dari kontraknya yang tersisa satu tahun saja di Old Trafford.

Diminati Everton

Sebelumnya ada kabar bahwa Sergio Romero memiliki peminat serius yakni Everton. Namun Manchester United memblokir transfer kiper 33 tahun tersebut.

Hal ini sempat membuat istri Romero, Eliana Guercio marah besar kepada Manchester United. Ia pun sempat menumpahkan emosinya via media sosial.

“Sergio Romero bekerja keras untuk klubnya. Trofi terakhir yang mereka menangkan, mereka mengangkatnya bersamanya,” tulis Eliana.

“Ia membantu tim mencapai empat final / semifinal dan kemudian ia ditinggalkan di bangku cadangan hanya untuk kehilangan semuanya,” imbuhnya.

“Sudah waktunya bagi mereka untuk mengembalikan kesempatan itu dan membiarkan ia pergi. HORMATILAH UNTUK SEKALI INI!!!!”

Sejak gabung dengan Manchester United, Sergio Romero tampil sebanyak 61 kali. Namun di pentas Premier League ia cuma mendapat kesempatan bermain sebanyak tujuh kali.

Bek Sayap Ini Bersinar di Klub Lain Setelah Dibuang Dari Real Madrid

Vinotecafirenze.com – Real Madrid merupakan salah satu klub terbesar di Eropa. Mereka punya banyak pemain bintang di skuadnya.

Los Blancos punya kebiasaan belanja jor-joran di bursa transfer. Karena itu, tidak mengherankan kalau Real Madrid sering memecahkan rekor transfer dunia.

Namun, pandemi virus corona telah mengubah manuver Real Madrid di bursa transfer. Mereka tidak membeli pemain baru pada musim panas ini.

Achraf Hakimi

Sebaliknya, Real Madrid sangat aktif dalam menjual dan meminjamkan pemainnya. Klub asuhan Zinedine Zidane tersebut telah melepas sebanyak 15 pemain ke klub lain.

Memang tidak semua pemain bisa mendapatkan tempat di skuat Real Madrid. Itulah mengapa mereka memilih pindah klub demi kelangsungan kariernya.

Real Madrid juga memutuskan untuk melepas sejumlah bek sayapnya selama beberapa musim terakhir. Mereka harus meninggalkan klub karena tidak bisa menggeser Dani Carvajal maupun Marcelo.

Meski harus meninggalkan Real Madrid, karier bek sayap tersebut tidak meredup. Sebaliknya, mereka justru menjadi pemain penting di klubnya masing-masing.

Mantan Bek Sayap Real Madrid Yang Bersinar di Tempat Lain

1. Theo Hernandez

Real Madrid merekrut Theo Hernandez pada tahun 2017 dari Atletico Madrid. Namun, pemain asal Prancis itu tak mendapat kesempatan bermain reguler di Santiago Bernabeu.

Hernandez kemudian memutuskan meninggalkan Los Blancos pada tahun 2019. Ia bergabung dengan klub Serie A AC Milan dengan nilai transfer 20 juta euro.

Pemain berusia 23 tahun itu mampu membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu fullback kiri andal bersama Rossoneri. Ia sudah mencetak delapan gol dan enam assist dari 42 penampilan di semua kompetisi.

2. Sergio Reguilon

Sergio Reguilon merupakan salah satu pemain didikan akademi Real Madrid. Ia pertama kali diorbitkan ke tim utama El Real di tahun 2018 yang lalu.

Karena minimnya kesempatan bermain, Reguilon sempat dipinjamkan ke Sevilla pada musim lalu. Ia tampil mengesankan untuk Los Nervionenses dan membantu mereka memenangkan Liga Europa.

Reguilon kemudian dilepas ke Tottenham pada bursa transfer musim panas kemarin. Ia sudah membuat tiga penampilan dengan menyumbang satu assist untuk tim asuhan Jose Mourinho tersebut.

3. Achraf Hakimi

Achraf Hakimi merupakan pemain jebolan akademi Real Madrid. Namun, sang pemain sempat dipinjamkan ke Borussia Dortmund selama dua musim untuk mendapatkan jam bermain.

Hakimi tampil sangat mengesankan ketika bermain di Signal Iduna Park. Ia mengoleksi 12 gol dan 17 assist dalam balutan jersey khas kuning dan hitam.

Inter Milan kemudian berhasil mendapatkan tanda tangan Hakimi pada musim panas ini. Pemain asal Maroko itu sekarang menjadi pemain penting di bawah asuhan Antonio Conte dan telah mengemas satu gol dan dua assist dari tiga penampilan.

 

5 Pemain Terbaik Serie A 2020

Tidak lama lagi, Serie A musim 2019/20 akan ditutup. Masih ada empat pekan lagi yang harus dilakoni setiap tim sampai tanggal 3 Agustus mendatang atau satu pekan menjelang Liga Champions bergulir.

Sang juara bertahan, Juventus, sedang berada di jalur yang tepat untuk menjadi juara. Dan andaikan mereka berhasil menumbangkan Udinese pada Jumat (24/7/2020) dinihari nanti, gelar Scudetto dipastikan ada di tangannya.

Atalanta menjadi tim yang mengejutkan. Setelah meraih serangkaian hasil positif, klub besutan Gian Piero Gasperini tersebut berhasil menyalip Inter Milan dan sekarang berada di peringkat kedua dengan koleksi 74 poin.

5 Pemain Terbaik Serie A 2020

AS Roma, AC Milan, dan Napoli masih menjadi raksasa yang sedang pesakitan. Ketiga tim ini masih memperebutkan tiket untuk berpartisipasi di Liga Europa musim depan.

Sudah ada 35 pertandingan yang telah terlewati, 34 bagi tim yang baru bermain pada Jumat dinihari nanti. Siapa saja yang pantas disematkan julukan pemain terbaik musim ini? Mari melihat gambarannya lewat rating dari Whoscored berikut ini.

5 pemain terbaik Serie A berdasarkan rating musim ini bisa dilihat dengan melakukan scroll ke bawah.

5. Duvan Zapata (Atalanta) – 7.50

Skema permainan menyerang dari Gasperini membuat Atalanta jadi tim yang paling menarik untuk disaksikan. Skema ini juga menguntungkan para penyerangnya, salah satunya adalah Duvan Zapata.

Striker berkebangsaan Kolombia tersebut memiliki tubuh yang kokoh dan tinggi, namun punya sisi kreatif yang berguna untuk memainkan peran sebagai target-man. Dan jelas, ia juga punya kemampuan penyelesaian akhir yang hebat.

Zapata sudah membukukan 17 gol dan delapan assist dari 25 penampilannya di Serie A musim ini. Tidak hanya itu, ia juga memiliki torehan rata-rata tembakan per pertandingan yang paling besar di dalam tim serta berada di peringkat keempat dalam aspek key pass per laga.

4. Luis Alberto (Lazio) – 7.56

Bukan cuma Atalanta yang membuat kejutan di pentas Serie A musim ini. Lazio juga sempat membuat publik terhenyak karena mampu menempel ketat Juventus yang berada di puncak klasemen.

Luis Alberto memiliki peran penting dalam ‘kejutan’ itu. Sebagian besar dari kreasi serangan Biancocelesti lahir dari visi serta kejeniusannya. Luis Alberto juga handal dalam urusan menggiring bola.

Di Serie A musim ini, pria berusia 27 tahun itu sudah bermain sebanyak 32 kali dan mengantongi enam gol serta 14 assist. Ia memiliki torehan rata-rata key pass dan dribble tertinggi di skuat Lazio saat ini.

3. Alejandro Gomez (Atalanta) – 7.58

Pemain yang juga dikenal dengan nama Papu Gomez itu merupakan pemimpin skuat Atalanta yang mengejutkan. Oleh Gasperini, ia diberikan kebebasan untuk mengitari sektor kiri serangan Atalanta.

Papu Gomez dikenal handal dalam beberapa aspek, seperti kreativitas serta kemampuan menggiring bola. Ia juga bisa diandalkan dalam urusan bola mati. Selain itu, Papu Gomez juga merupakan kapten skuat yang baik.

Berdasarkan catatan, pria berusia 32 tahun tersebut telah bermain sebanyak 33 laga di Serie A dengan catatan enam gol serta 16 assist. Ia juga punya torehan key pass terbanyak jika dibandingkan dengan pemain Atalanta lainnya.

2. Josip Ilicic (Atalanta) – 7.65

Peran Josip Ilicic untuk Atalanta jelas tidak bisa dilupakan. Terutama setelah pria berkebangsaan Slovenia tersebut memborong emat gol sekaligus kala La Dea berhadapan dengan Valencia di pentas Liga Champions.

Performa terbaik Ilicic tidak hanya tersaji pada pertandingan itu saja. Faktanya, Ilicic merupakan salah satu pemain terbaik di Serie A musim ini karena punya kemampuan penyelesaian akhir yang sangat apik.

Pada musim ini, penyerang berusia 32 tahun itu sudah tampil sebanyak 26 kali di pentas Serie A dan mengantongi 15 gol serta lima assist. Ia juga memiliki torehan rata-rata dribbling terbanyak per pertandingan.

1. Cristiano Ronaldo (Juventus) – 7.91

Usia belum bisa menghentikan laju Cristiano Ronaldo. Itu terbukti dengan kehadiran dirinya di posisi teratas dalam daftar penampil terbaik Serie A berdasarkan rating dari Whoscored.

Banyak yang meyakini bahwa Juventus telah salah karena merekrut Ronaldo pada tahun 2018 berhubung usianya tak lagi muda. Dua musim setelahnya, tepatnya saat ia berusia 35 tahun, Ronaldo terus membuat publik terkagum.

Lihat: Liveskor Euro 2020

Peraih lima trofi Ballon d’Or tersebut sudah mencatatkan 30 penampilan di pentas Serie A musim ini, dengan catataan 30 gol dan lima assist. Ia juga memiliki rata-rata tembakan per pertandingan terbanyak di skuat Juventus saat ini.

Barcelona Akan Membuat Kombinasi Lini Serang Yang Mematikan Dengan Adanya Aubameyang

Sudah bukan rahasia lagi kalau Barcelona sangat menginginkan Lautaro Martinez. Striker Inter Milan itu dianggap sebagai pengganti paling ideal Luis Suarez.

Namun, Barcelona diperkirakan akan menemui kesulitan untuk mendatangkan Lautaro. Inter hanya mau melepas Lautaro andai klausul pelepasannya sebesar 111 juta euro ditebus.

Syarat tersebut tampaknya sulit dipenuhi Barcelona karena keuangan klub tidak memadai akibat pandemi virus corona. Karena itu, Barcelona harus mencari alternatif lain.

Barcelona Akan Membuat Kombinasi Lini Serang Yang Mematikan Dengan Adanya Aubameyang

Pierre-Emerick Aubameyang adalah salah satu pemain yang sedang dipertimbangkan Barcelona. Pemain asal Gabon itu punya peluang yang besar untuk datang ke Camp Nou.

Kontrak Aubameyang dengan Arsenal akan berakhir pada musim panas 2021. The Gunners sejauh ini masih kesulitan untuk memperpanjang kontraknya.

Jika Aubameyang terus menolak tawaran mereka, Arsenal bisa menjualnya pada musim panas mendatang. Barcelona harus mengambil kesempatan tersebut.

Aubameyang adalah salah satu penyerang yang cukup berbahaya di Eropa. Kedatangannya di Camp Nou bisa menghasilkan formula mematikan bersama bintang-bintang Barcelona lainnya.

Berikut ini tiga tipe kombinasi mematikan lini depan Barcelona bersama Aubamyenag seperti dilansir Sportskeeda.

Pengalaman

Salah satu kekuatan Aubameyang adalah fleksibilitas. Karena kehadiran Alexandre Lacazette di Arsenal, ia banyak bermain di posisi yang lebih melebar.

Dengan cedera yang dialami Ousmane Dembele dan ketidakakanan Antoine Griezmann untuk bermain melebar, Barcelona kesulitan di posisi sayap. Namun, itu bukan masalah bagi Aubameyang.

Kapten Arsenal itu sudah membuktikan bahwa dirinya bisa mencetak gol dari area sayap. Karena itu, kombinasi Messi-Suarez-Aubameyang bisa melukai tim mana pun dengan bermain melebar.

Dinamis

Aubameyang bisa menjadi pengganti ideal bagi Luis Suarez di Barcelona. Pemain berusia 31 tahun itu pastinya akan semakin tajam dengan dukungan pemain sekaliber Lionel Messi. Dan jangan lupakan juga Antoine Griezmann.

Jika bukan Griezmann, Ousmane Dembele atau Ansu Fati berpotensi membentuk kombinasi yang bagus dengan Aubameyang. Dembele dan Aubameyang bahkan pernah bermain bersama-sama di Borussia Dortmund.

Trisula Messi-Aubameyang-Griezmann akan menambah ketajaman Barcelona secara signifikan. Jumlah servis yang bisa diterima Aubameyang sangat besar dan bisa meningkatkan torehan gol kapten Arsenal itu.

Tanpa Messi

Suka atau tidak, tentu akan ada situasi di mana Lionel Messi tidak bisa bermain untuk Barcelona. Entah itu karena cedera, istirahat, atau alasan lain, Barcelona akan berada dalam masalah besar jika mereka tidak memiliki pengganti.

Jika Messi tidak tersedia untuk alasan apa pun, Griezmann adalah pilihan yang jelas untuk mengisi lini depan Barcelona. Juara Piala Dunia itu bisa membentuk duet yang sangat bagus dengan Aubameyang.

Pemain 29 tahun itu juga bisa bekerja sama dengan Luis Suarez sehingga membuka jalan bagi trisula Aubameyang-Suarez-Griezmann. Griezmann bisa memainkan peran sebagai pencipta peluang bagi Suarez dan Aubameyang di depannya.

Masih Perlukah Mu Berusaha Dapatkan Jadon Sancho?

Performa apik Manchester United dalam beberapa pekan terakhir berujung pada satu pertanyaan penting: masih perlukah berusaha mendatangkan Jadon Sancho musim depan?

Ya, Setan Merah sudah lama dihubungkan dengan bakat muda milik Borussia Dortmund itu. Sebagai salah satu pemain muda terbaik yang beredar saat ini, Sancho diyakini ideal untuk menyempurnmampu skuad Ole Gunnar Solskjaer.

Mu Berusaha Dapatkan Jadon Sancho

Kendati demikian, kedatangan Bruno Fernandes pada Januari 2020 lalu mengubah situasi sepenuhnya. MU sekarang sudah tampil jauh lebih baik, pola permainan mulai terbentuk, dan kebutuhan mampu Sancho mulai diragukan.

Mungkinkah MU batal mengejar Sancho? Atau justru masih perlu? Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

Justru Perlu

Gosip transfer Sancho ini tentu mengundang komentar mantan pemain MU, salah satunya Dwight Yorke. Dia mengakui permainan MU yang sekarang mulai terbentuk, tapi bukan berarti Solskjaer boleh berhenti mengembangkan skuad.

“Dia [Sancho] adalah bakat luar biasa dan dia dihubungkan dengan semua tim top di dunia,” ungkap Yorke kepada Goal internasional.

“Jadi, jika Ole memandangnya sebagai pemain yang benar-benar bisa membawa sesuatu ke dalam tim dan memastikan bahwa tetap ada persaingan merebut posisi inti dalam tim, mereka harus mendatangkannya.’

“Itu [kedatangan Sancho] bakal mendorong pemain-pemain lain untuk bergerak dan mulai memberikan performa terbaiknya. Kondisi ini sehat untuk tim dan itulah yang ingin Anda lihat,” imbuhnya.

Justru Berkembang

Selain itu, kedatangan Sancho sempat dikhawatirkan bakal menghambat perkembangan bintang muda MU, Mason Greenwood. Yorke pun tidak setuju pada pandangan ini, menurutnya justru sebaliknya.

“Penting menjaga hasrat pemain-pemain muda dan terus mendorong mereka. Jika memang ada pemain top yang tersedia dan bisa membawa sesuatu yang berbeda pada tim, MU harus mendatangkannya,” lanjut Yorke.

“Jika mereka mau mendatangkan penyerang ternama lainnya, itu justru mampu mendorong perkembangan pemain-pemain yang sudah ada dan memastikan mereka terus bekerja,” tutupnya.